Induk Ayam Kampung Betina Penentu Kualitas Ayam Bekisar

Ayam Kampung BetinaInduk Ayam Kampung Betina Penentu Kualitas Ayam Bekisar – Untuk menghasilkan Ayam Bekisar diperlukan perkawinan silang antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina, Induk ayam kampung yang akan kita kawinkan dengan pejantan ayam hutan memegang peranan penting dalam menentukan baik buruknya ayam bekisar, terutama suara kokok dan warna bulu ayam bekisar terutamanya. Untuk itu ayam betina kampung yang dijadikan induk perlu mendapat perhatian. Adapun ciri-ciri ayam betina yang baik sebagai induk adalah sebagai berikut:

  1. Jenis  : Ayam kampung betina (buras), tidak ada turunan dari ayam ras.
  2. Umur : Dewasa (± 8 bulan) atau pernah bertelur. Tidak boleh terlalu tua atau teiialu muda, karena kalau terlalu muda atau terlalu tua akan mempengaruhi pada ayam be¬kisar tumnannya dan kualitas telur yang dihasilkannya akan rendah.
  3. Perawakan:
    -Mata lebar dan bersinar.
    -Paruh dan kaki putih bersih.
    -Jengger wilah, lebar dan berwarna merah sehat.
    -Pial halus dan sehat.
    -Tubuhnya lunak dan tidak cacat.
    -Anus halus, basah dan agak putih.
    -Warna bulu putih mulus atau hitam mulus (sesuai dengan selera) dan sehat mengkilat.
    -Dapat berkokok keras dan panjang.

Cara merawat ayam kampung betina (sebagai induk)
Cara memelihara ayam kampung betina yang akan dijadikan induk harus benar-benar mendapat perhatian yang serius, terutama masalah makanan dan kesehatannya. Untuk itu segala yang menyangkut makanan yang diberikan dan pengendalian penyakit pada1 ayam harus dilakukan secara seksama.

  1. Kandang
    Kandang yang dipergunakan harus disesuaikan dengan sistem perkawinan yang akan dilakukan, baik secara tradisional maupun secara modem. Ayam kampung betina induk ini tidak boleh dilepas bebas seperti ayam kampung pada umumnya, supaya tidak kawin dengan ayam jantan lainnya. Sedangkan masalah penempatan, konstmksi kandang dan lain sebagainya sama dengan ayam hutan.
  2. Ransum
    Untuk ayam kampung betina, jenis makanan yang diberikan sama dengan ransum yang diberikan pada ayam hutan jantan. Ayam kampung induk ini tidak boleh terlalu gemuk, dan juga tidak boleh terlalu kurus. Karena hal ini akan mempengaruhi tingkat reproduksinya. Untuk itu kandungan gizi dalam ransum harus memenuhi syarat dan pemberiannya pun harus secara teratur. Pemberian air minum juga harus teratur dan terjamin kebersihannya.
  3. Pencegahan Penyakit
    Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati. Untuk itu program vaksinasi harus dilakukan secara teratur. Seperti vaksin ND, CRD, IB dan lain sebagainya. Adapun berbagai macam penyakit yang sering menyerang pada ayam akan diterangkan pada bagian khusus di belakang. Demikian juga cara penanggulangannya.

Kunjungi halaman Cara Merawat Ayam Hutan Pejantan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *