Monthly Archives: April 2016

Tips Pemeliharaan Ayam Bekisar

kandangA. Pemeliharaan Ayam Bekisar Anakan
Setelah telur menetas, anak ayam tersebut dipelihara seperti memelihara ayam kampung biasa hingga berumur ± 2 bulan. Anak ayam bekisar jantan perlu dipelihara secara khusus, Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan anak bekisar adalah:

  1. Kandang
    Kandang anak ayam bekisar yang telah berumur ± 2 bulan harus dirancang sedemikian rupa supaya:
    -memudahkan pembersihannya;
    -dapat dikerek seperti burung perkutut setiap hari;
    -satu kandang hanya untuk satu ekor anak ayam bekisar;
    -terlindung dari perubahan cuaca
    -menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi ayam;
    -tahan cuaca (hujan atau panas matahari);
    -mudah dimandikan, seminggu sekali;
    -mudah ditangkap, bila akan dilakukan vaksinasi atau pengobatan dari berbagai penyakit;
    -mudah ditempatkan pada suatu tempat yang aman, terutama pada malam hari.
  2. Makanan
    Makanan untuk anakan ayam bekisar yang masih berumur ± 1 minggu sampai 2 bulan harus cukup mengandung gizi. Salah satu contoh yang sederhana seperti: Katul beras yang halus (nomor 1) atau jagung halus (ampok jagung) dan harus diberikan dalam keadaan kering.

    Pemberian air minum harus cukup (selalu tersedia), bersih dan bebas dari segala macam bibit penyakit. Air minum dapat juga diberi vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh anak ayam untuk pertumbuhannya dan untuk membentuk daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit.

    Anakan ayam bekisar dapat juga diberikan berbagai serangga seperti, jangkrik, belalang, kruto dan Iain-lain. Serangga-serangga ter-sebut memiliki kandungan protein hewani yang tinggi sehingga sangat membantu pertumbuhan badan dari ayam bekisar tersebut. Dapat juga diberikan sayur-sayuran yang dicacah seminggu dua kali.

  3. Sanitasi
    Anakan ayam bekisar yang ditempatkan dalam kandang yang beralaskan sekam, maka setiap seminggu sekali harus diganti dengan sekam baru. Kotoran ayam dapat menjadi sumber penyakit, maka kebersihan kandang harus selalu terjamin.

    Apabila ada anak ayam yang mati, maka kandang anak ayam tersebut harus dicuci dengan menggunakan antiseptik. Tempat makanan harus selalu bersih. Oleh. karena itu pemberian makanan diusahakan satu kali habis. Tempat makan dan minum harus diusahakan dari bahan yang mudah untuk dibersihkan.

B. Pemeliharaan Ayam Bekisar Remaja
Anak ayam bekisar yang sudah berumur antara 2-6 bulan ter-masuk bekisar remaja. Selain faktor genetik, pada umur-umur tersebut sangat menentukan baik buruknya postur dan kokok dari ayam bekisar. Oleh karena itu, pada umur-umur ini anak ayam bekisar harus men-dapatkan perhatian khusus, terutama dalam hal pemeliharaannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam bekisar remaja adalah:

  1. Kandang
    Ayam bekisar yang berumur 2 sampai 6 bulan memerlukan kandang khusus. Kandang tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat kesehatan dan dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi ayam tersebut.

    Penempatan kandang, terutama pada malam hari, harus diusahakan tidak terganggu dengan adanya perubahan cuaca atau hembusan angin secara langsung. Ayam bekisar juga perlu dilatih berkokok dengan cara dikerek seperti burung perkutut.
    Oleh karena itu kandang ayam tersebut juga harus dirancang sedemikian rupa sehingga mudah dikerek.

  1. Makanan
    Makanan yang diberikan kepada ayam bekisar remaja hampir sama dengan yang diberikan kepada ayam bekisar anakan, hanya saja bentuk butirannya lebih besar sedikit. Pemberian makanan tidak boleh terlambat dan tidak boleh terlalu berlebih.

    Dengan kata lain pemberian makanan harus disesuaikan dengan besarnya tembolok dan diberikan dua kali sehari. Makanan yang diberikan terdiri dari jagung kecil/pecah dan beras merah, dan seminggu sekali diberi kruto, rayap, jangkrik dan lain sebagainya. Dapat juga ditambah dengan berbagai sayuran yang dicacah.

    Selain makanan, air minum juga harus selalu diperhatikan terutama kebersihannya. Air minum harus tawar, bersih dan selalu tersedia dalam jumlah yang cukup. Dapat juga dalam air minumnya ditambah dengan vitamin dua kali dalam seminggu. Vitamin ini sangat diperlukan oleh tubuh ayam bekisar remaja untuk pertumbuhan dan proteksi tubuh terhadap serangan penyakit. Dan perlu juga dilakukan vaksinasi secara rutin dan benar untuk mencegah timbulnya penyakit.

  1. Sanitasi
    Ayam bekisar remaja harus selalu terjaga kebsrsihannya, baik ke-bersihan ayam itu sendiri maupun tempat (kandang/sangkar) dan lingkungan sekitamya. Setiap seminggu sekali ayam bekisar remaja harus dimandikan, supaya kotoran-kotoran yang menempel pada tubuhnya hilang.

    Sebab, kotoran yang menempel pada tubuhnya dapat menjadi sumber penyakit atau sarang penyakit. Kandangnya/sangkarnya juga harus selalu dijaga kebersihannya; sisa-sisa makanan atau kotoran ayam itu sendiri harus selalu dibersihkan. Apabila ada ayam yang mati harus segera dibuang (dibakar/dibenam), dan kandang/sangkarnya dicuci/ dibersihkan dengan bahan antiseptik. Lingkungan di sekitar kandang harus selalu bersih, tidak lembab dan tidak berisik, supaya ayam tersebut merasa aman dan nyaman.

    Jadi, pada prinsipnya pemeliharaan ayam bekisar remaja harus benar-benar mendapat perhatian yang khusus. Sebab pada umur-umur tersebut sangat menentukan kualitas ayam bekisar di kemudian hari.

C. Pemeliharaan Ayam Bekisar Dewasa
Ayam bekisar yang dikategorikan dewasa adalah yang sudah ber-umur lebih dari 6 bulan. Pada saat ayam bekisar menginjak usia dewasa, biasanya banyak terjadi perubahan seperti, warna bulu dan lengkapnya bulu (ekor) serta suara kokok ayam bekisar tersebut.

Pemeliharaan ayam bekisar dewasa pun tidak kalah pentingnya dengan bekisar anakan atau bekisar remaja. Sebab, suara kokok ayam bekisar ini akan berubah menjadi jelek bila cara perawatan dan pemeliharaannya tidak benar. Adapun yang perlu diperhatikan dalam perawatan dan pemeliharaan ayam bekisar dewasa adalah:

  1. Kandang
    Kandang ayam bekisar dewasa disesuaikan dengan tujuan ayam bekisar tersebut dipelihara: Apakah dipelihara untuk mengikuti kontes, ataukah dipelihara untuk dijadikan sebagai penambah keindahan.

    Kandang bekisar untuk kontes
    -Ditempatkan pada kandang/kurungan yang mudah dikerek dan mudah ditempatkan di ruangan pada malam hari.
    -Kandang Ayam bekisar dikerek setiap hari seperti burung perkutut, terutama pada pagi hari
    -Tinggi tiang kerekan ± 8 meter, ditempatkan pada tempatyang
    -kena sinar matahari secara langsung.
    -Kandang hams selalu dibersihkan dari kotoran ayam tersebut.
    -Kandang/kurungan dibuat dari bahan yang cukup kuat dan tahan lama serta aman dari gangguan manusia atau binatang lain.

    Kandang ayam bekisar hias
    Kandang ayam bekisar hias untuk dipajang di depan rumah, di kantor ataupun di hotel, harus dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat kesehatan sekaligus memiliki keindahan.
    -Kandang harus ditempatkan pada tempat-tempat yang ter-hindar dari tiupan angin secara langsung atau terhindar dari pengaruh hujan.

  1. Makanan
    Makanan untuk ayam bekisar dewasa terdiri atas jagung kecil (ma-dura) dan beras merah. Pemberian makanan cukup satu genggam satu kali pemberian dalam sehari. Seminggu sekali diberi kruto, rayap, belalang atau jangkrik sebagai sumber protein hewani. Dapat juga diberi daun sayur-sayuran (bayem, kangkung dan lain sebagainya) seminggu sekali. Pemberian makanan tidak boleh berlebihan, tetapi cukup untuk hidup sehari saja, demikian juga esok harinya.

    Selain makanan, air minum juga harus selalu tersedia, bersih dan tawar. Secara tradisional orang Madura memberi minum ayam bekisar dengan cara memasukkan tempurung kelapa yang dibakar hingga membara ke dalam air minumnya. Mereka percaya bahwa dengan cara demikian ayam bekisar tersebut kokoknya menjadi keras dan melengking tinggi dengan sempurna.

  1. Sanitasi
    Untuk menjaga kesehatan, ayam bekisar dua kali seminggu harus dimandikan dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang melekat pada tubuhnya atau bulunya. Kandangnya juga harus dibersihkan dari segala macam kotoran baik yang berasal dari kotoran ayam bekisar itu sendiri maupun sisa-sisa makanannya.

    Demikian juga tempat makanannya atau minumannya harus selalu dibersihkan sebelum diganti dengan makanan atau minuman yang baru. Untuk mencegah atau membentuk daya tahan tubuh terhadap serangan pe-nyakit, ayam bekisar tersebut juga perlu diberi vaksinasi secara rutin dan tepat/benar.

    Keberhasilan pemeliharaan atau penangkaran ayam bekisar sebe-narnya sangat tergantung dari si pemeliharanya sendiri. Sebab, pemeliharaan ayam bekisar membutuhkan ketelitian, keuletan, ketekunan dan perhatian (kasih sayang) dari si pemeliharanya. Pemeliharaan yang acak (sembarangan) dapat mengakibatkan perubahan-pembahan ter¬hadap ayam bekisar, terutama perubahan pada suara kokoknya.

Kunjungi juga halaman Induk Ayam Kampung Betina Penentu Kualitas Ayam Bekisar

Induk Ayam Kampung Betina Penentu Kualitas Ayam Bekisar

Ayam Kampung BetinaInduk Ayam Kampung Betina Penentu Kualitas Ayam Bekisar – Untuk menghasilkan Ayam Bekisar diperlukan perkawinan silang antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina, Induk ayam kampung yang akan kita kawinkan dengan pejantan ayam hutan memegang peranan penting dalam menentukan baik buruknya ayam bekisar, terutama suara kokok dan warna bulu ayam bekisar terutamanya. Untuk itu ayam betina kampung yang dijadikan induk perlu mendapat perhatian. Adapun ciri-ciri ayam betina yang baik sebagai induk adalah sebagai berikut:

  1. Jenis  : Ayam kampung betina (buras), tidak ada turunan dari ayam ras.
  2. Umur : Dewasa (± 8 bulan) atau pernah bertelur. Tidak boleh terlalu tua atau teiialu muda, karena kalau terlalu muda atau terlalu tua akan mempengaruhi pada ayam be¬kisar tumnannya dan kualitas telur yang dihasilkannya akan rendah.
  3. Perawakan:
    -Mata lebar dan bersinar.
    -Paruh dan kaki putih bersih.
    -Jengger wilah, lebar dan berwarna merah sehat.
    -Pial halus dan sehat.
    -Tubuhnya lunak dan tidak cacat.
    -Anus halus, basah dan agak putih.
    -Warna bulu putih mulus atau hitam mulus (sesuai dengan selera) dan sehat mengkilat.
    -Dapat berkokok keras dan panjang.

Cara merawat ayam kampung betina (sebagai induk)
Cara memelihara ayam kampung betina yang akan dijadikan induk harus benar-benar mendapat perhatian yang serius, terutama masalah makanan dan kesehatannya. Untuk itu segala yang menyangkut makanan yang diberikan dan pengendalian penyakit pada1 ayam harus dilakukan secara seksama.

  1. Kandang
    Kandang yang dipergunakan harus disesuaikan dengan sistem perkawinan yang akan dilakukan, baik secara tradisional maupun secara modem. Ayam kampung betina induk ini tidak boleh dilepas bebas seperti ayam kampung pada umumnya, supaya tidak kawin dengan ayam jantan lainnya. Sedangkan masalah penempatan, konstmksi kandang dan lain sebagainya sama dengan ayam hutan.
  2. Ransum
    Untuk ayam kampung betina, jenis makanan yang diberikan sama dengan ransum yang diberikan pada ayam hutan jantan. Ayam kampung induk ini tidak boleh terlalu gemuk, dan juga tidak boleh terlalu kurus. Karena hal ini akan mempengaruhi tingkat reproduksinya. Untuk itu kandungan gizi dalam ransum harus memenuhi syarat dan pemberiannya pun harus secara teratur. Pemberian air minum juga harus teratur dan terjamin kebersihannya.
  3. Pencegahan Penyakit
    Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati. Untuk itu program vaksinasi harus dilakukan secara teratur. Seperti vaksin ND, CRD, IB dan lain sebagainya. Adapun berbagai macam penyakit yang sering menyerang pada ayam akan diterangkan pada bagian khusus di belakang. Demikian juga cara penanggulangannya.

Kunjungi halaman Cara Merawat Ayam Hutan Pejantan

Cara Merawat Ayam Hutan Pejantan

Bekisar Multiwarna Solo
Cara merawat ayam hutan pejantan –
Cara merawat ayam hutan yang masih liar berbeda dengan cara merawat ayam hutan yang telah jinak. Perbedaan ini terletak pada perlakuan terhadap ayam hutan dan konstruksi kandangnya.
Cara merawat ayam hutan yang masih liar, baik hasil tangkapan maupun hasil dari penetasan adalah sama seperti yang telah diterangkan di atas. Sedangkan cara merawat ayam hutan yang telah jinak pada prinsipnya sama dengan cara memelihara ayam kampung biasa.

Kandang
Kandang merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha pengembangan ayam bekisar. Kandang berfungsi sebagai tempat berlindung dari gangguan binatang lain atau perubahan cuaca, juga sebagai tempat untuk membuat ayam merasa aman dan nyaman. Oleh karena itu kandang harus memenuhi persyaratan kesehatan selain mengandung segi artistik. Adapun syarat kandang yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Penempatan kandang
    Kandang ayam hutan yang telah jinak harus ditempatkan pada tempat yang tenang, terhindar dari keramaian dan kebisingan, terutama bagi ayam hutan yang dikembangkan dengan sistem perkawinan secara sukarela baik langsung maupun tidak langsung. Sedangkan untuk ayam hutan yang dikawinkan secara paksa atau secara modern (kawin suntik), penempatan kandang tidak terlalu menjadi masalah. Penempatan kandang harus diusahakan di tempat yang di sekitarnya banyak terdapat pepohonan pelindung, supaya ayam tersebut merasa aman dan nyaman.
  2. Konstruksi kandang
    Kandang ayam hutan harus dirancang sedemikian rupa dan harus disesuaikan dengan sistem perkawinan yang akan dilakukan. Kandang harus memiliki ventilasi yang cukup untuk mengatur sirkulasi udara agar:
    –    Oksigen dalam kandang selalu tersedia;
    –    Carbon dioksida (C02), amoniak dan lain sebagainya dapat keluar dari kandang.

    Sinar matahari, terutama pada pagi hari, harus dapat masuk ke dalam kandang secara langsung. Selain itu kandang harus dirancang sedemikian rupa, supaya kebersihan kandang dapat dilakukan dengan mudah. Kandang ayam hutan yang dikawinkan secara modern (Inseminasi Buatan). Kesemuanya ini sangat penting bagi kesehatan ayam hutan. Ka-rena dengan ventilasi yang baik dan masuknya sinar matahari ke dalam kandang, dapat menciptakan keadaan di dalam kandang menjadi segar dan agen-agen penyakit menjadi berkurang bahkan tidak dapat berkembang.

    Konstruksi kandang yang akan kita buat harus disesuaikan dengan sistem pengembangbiakan ayam bekisar yang akan dilakukan, apakah secara tradisional ataukah secara modern.

  3. Peralatan dalam kandang
    Peralatan di dalam kandang harus disesuaikan dengan ke-butuhan dan kebiasaan hidup ayam hutan. Peralatan yang penting adalah:
    a.   Tempat makan dan minum
    •   Harus terbuat dari bahan yang tidak mudah karatan dan tidak mudah rusak.
    •    Cukup untuk menampung makanan selama sehari.
    •    Mudah untuk dibersihkan.
    b.   Tempat bertengger
    •    Dapat dibuat dari bambu atau pepohonan yang kecil dan hams disesuaikan dengan konstruksi kandang.
    •    Tempat bertengger ini cukup penting, karena ayam hutan mempunyai suatu kebiasaan kalau beristirahat memerlukan tempat bertengger.
    Sedangkan peralatan tambahan lainnya, hams disesuaikan dengan konstruksi kandang dan selera kita masing-masing.

Ransum
Keberhasilan pengembangbiakan ayam bekisar sangat ditentukan oleh kandungan gizi ransum yang diberikan kepada ayam hutan jantan maupun ayam kampung betina sebagai induk. Selain bibit yang baik, makanan ayam merupakan suatu sarana produksi ternak (sapronak) yang penting. Oleh karena itu makanan yang diberikan harus terjamin mutunya.

Secara komersial saa’t ini para penangkar ayam bekisar dapat dengan mudah membeli makanan jadi buatan pabrik untuk diberikan kepada ayamnya. Adakalanya para penangkar ayam bekisar membuat sendiri campuran makanan. Bila kita ingin membuat makanan ayam sendiri, maka kita harus mengetahui kandungan gizi pada bahan-bahan tersebut dan cara membuatnya yang tepat berdasarkan jenis dan umur ayam tersebut. Salah satu contoh komposisi pembuatan makanan untuk ayam hutan jantan adalah sebagai berikut:
–    Jagung kuning 60 bagian
–    Tepung ikan 18 bagian
–    Bungkil kelapa 12 bagian
–    Katul padi 2 bagian
–    Vitamin & Mineral 8 bagian
Bahan-bahan ini merupakan salah satu contoh komposisi makanan ayam hutan yang sederhana. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan/mencampur bahan makanan tersebut adalah kandungan gizi dari masing-masing unsur bahan. Selain itu perlu diperiksa keadaan ba¬han yang tersedia, apakah cukup baik dipergunakan untuk penyusunan ransum. Pemeriksaan dapat dilakukan secara mikroskopis atau ma-kroskopis, yaitu dengan penglihatan biasa perabaan dan penciuman.

Bahan makanan yang baik hamslah penuh, tidak keropos, tidak berbau tengik, dan tidak kelihatan dimasuki serangga. Jagung yang kita pilih haruslah montok, mengkilat, jagung kuning berwama merah (tidak pucat) dan sebagainya. Bungkil kacang hams segar (tidak berjamur); katul terasa halus dan bila dicampur air tidak terapung dan tidak berbau tengik. Bahan yang sudah mengalami perubahan wama dan bau tidak boleh diberikan pada ayam. Bahan makanan ayam hams ditempatkan pada tempat yang kering, supaya tidak kena jamur atau berbau tengik.

Pada prinsipnya pemberian makanan pada ayam hutan jantan se¬bagai bibit harus cukup mengandung protein, baik protein hewani maupun protein nabati. Pemberian makanan tidak boleh berlebih, sebab berat badan ayam hutan jantan sebagai bibit tidak boleh terlalu gemuk. Ayam hutan yang terlalu gemuk, kualitas air maninya akan rendah. Demikianjugasebaliknya. Oleh karena itu pemberian makanan pada ayam hutan perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh, karena hal ini sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam penangkaran ayam bekisar. Air minum hams selalu tersedia, kebersihannya selalu terjamin, dan bebas dari bahan-bahan yang mengandung racun.

Secara tradisional, para penangkar ayam bekisar memberikan jamu jamu tradisional kepada ayam hutannya. Jamu ini dikenal dengan jamu “Penambah Kejantanan”. Ramuannya adalah sebagai berikut:
–    Bawang putih 2 siung ditambah nasi 1 sendok (dilolohkan seminggu sekali).
–    Air jahe 1 mas ditambah madu 1 sendok (diminumkan dua rninggu sekali).
–    Campuran dari bahan:
•    Merica 100 gram – digoreng tanpa minyak dan ditumbuk.
•    Kencur V2 kg diparut.
•    Telur 5 butir.
•    Madu 1 sendok.
Bahan-bahan dicampur dan dicetak berbentuk pellet sebesar jari kelingking dan dijemur. Pemberian cukup 21/2 pellet sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga Cara Memilih Bibit Ayam bekisar yang Baik

Cara Memilih Bibit Ayam Bekisar Yang Baik

bekisar 2
Cara Memilih Bibit Ayam bekisar yang Baik – 
Ayam Bekisar merupakan hasil persilangan antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina (Gallus Domestica). Untuk dapat menghasilkan ayam bekisar yang baik, kita harus dapat memilih pejan-tan ayam hutan yang benar-benar unggul dan ayam kampung betina yang baik.

Memilih ayam hutan pejantan
Pejantan yang dipergunakan untuk mencetak ayam bekisar adalah ayam hutan. Nenek moyang ayam hutan berasal dari India Tengah, India Selatan, Himalaya, Assam, Myanmar dan Srilangka, kemudian me-nyebar ke arah selatan seperti Pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Bali. Ayam hutan tersebut terdiri dari 4″species dan tergolong Genus Gallus, yang berarti ayam jantan. Keempat species tersebut adalah:
– Gallus gallus atau Gallus bankiva (ayam hutan merah)
– Gallus lafayetti (ayam hutan Srilangka)
– Gallus sonneratii (ayam hutan abu-abu)
– Gallus varius (ayam hutan hijau)

Dapatkan info menarik lainnya tentang: Tips Pemeliharaan Ayam Bekisar

Penyebaran ayam hutan ini adalah sebagai berikut:
– Ayam hutan merah terdapat di: • India Timur • Myanmar (Burma) • Thailand • Sumatera
– Ayam hutan Srilangka di Srilangka (Ceylon)
– Ayam hutan abu-abu terdapat di sebelah barat dan selatan India.
– Ayam hutan hijau terdapat di Jawa dan Madura. Di antara jenis-jenis ayam hutan yang paling digemari oleh masya-rakat Kangean khususnya dan para penangkar ayam bekisar umumnya adalah ayam hutan jantan hijau (Gallus varius) atau di Madura dikenal dengan sebutan “Ayam Tratah”. Ayam hutan hijau (Gallus varius) me-miliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Jenggernya halus (tidak bergerigi)
  • Pialnya hanya satu (single)
  • Memiliki sepasang bulu ekor yang panjang
  • Bulu leher bulat dan pendek, dan wamanya hijau mengkilat seperti sisik.

Adapun yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit yang baik adalah sebagai berikut:
– Jenis : Ayam hutan hijau (Gallus varius) yang telah jinak.
– Umur : Dewasa (±1-3 tahun), pemberani dan siap kawin.
– Perawakan:
• Postur tubuh bagus, sehat dan tidak cacat.
• Bulu hijau mengkilat.
• Kepala kecil dan pendek.
• Mata bulat dan bersinar.
• Jengger tebal, lebar dan tegak, tidak berwilah dan berwarna merah.
• Pial lebar, lembut dan merah.
• Kokoknya keras, bersih dan melengking panjang.

Dalam rangka penangkaran ayam bekisar, maupun dalam rangka pelestarian ayam hutan, banyak hambatan yang harus kita hadapi. Masalah yang sering kita hadapi adalah kegagalan dalam mengawinkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina, karena sifat ayam 1 lutan yang sangat liar, sukar dijinakkan dan mudah stres bahkan mudah mati. Pada umumnya kematian ayam hutan tersebut disebabkan oleh:

  • Seringnya kelabakan di dalam kandang hingga mengakibatkan luka-luka di kepala dan terjadi inf eksi atau dipatuk oleh teman-nya yang lain hingga mati.
  • Stres berat sehingga tidak mau makan dan akhirnya mati.
  • Suatu penyakit sejak dari hutan, kemudian ditambah stres hingga mati. Ayam Hutan Hijau (Gallus varius) jantan Berdasarkan pengamatan penulis, ayam hutan yang masih liar pada umumnya menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Ayam tersebut sering berbunyi “Kek-Kek-Kek” dengan keras.
  • Di dalam kandang selalu gelisah dan bila didekati akan kela-bakan di dalam kandang.
  • Jengger roboh/tidak tegak dan wamanya pucat.
  • Pial mengkerut dan pucat.
  • Tembolok kosong karena tidak mau makan dan sering berak.
  • Ekor ditekuk’ke bawah mendekati dasar kandang atau badan-nya membungkuk. Dengan berbagai masalah di atas, sulit bagi kita untuk dapat mengembangkan ayam bekisar atau ayam hutan. Oleh karena itu ayam hutan tersebut harus dijinakkan terlebih dahulu, agar dapat dikawinkan dengan ayam kampung betina atau ayam hutan betina.

Cara menjinakkan ayam hutan pejantan
Menjinakkan ayam hutan jantan perlu waktu cukup lama. Ayam hutan yang bam ditangkap pada umumnya masih sangat liar dan penakut serta suka kelabakan di dalam kandang. Untuk menghindari luka-luka di kepala atau bagian tubuh lainnya, maka kandang harus kita buat dari anyaman daun kelapa yang diperkuat dengan jepitan bambu, garis tengahnya ± 75 cm dan tinggi ± 100 cm. Atau dapat juga dengan merentangkan kain atau karung goni bekas di bagian atas dalam kandang agar saat kelabakan tidak mengenai kurungan.

Kandang ditutup dengan kain, kemudian secara bertahap dibuka sedikit demi sedikit dimulai dari atas ke bawah. Dan sering dikerek seperti burung perkutut. Kandang ditempatkan pada tempat yang sering dilewati orang, agar terbiasa dengan keadaan yang ramai. bis. Dan pemberian makan dilakukan setelah ayam benar-benar lapar. Kalau bisa diusahakan pemberian makan di telapak tangan.

Ayam harus dimandikan dua minggu sekali terutama pada musim kemarau dengan mempergunakan semprotan. Jumlah ayam dalam satu kandang, dalam proses penjinakan ini diusahakan jangan lebih dari satu ekor, karena ayam hutan yang masih liar mudah menyerang ayam lainnya.

Pada prinsipnya proses penjinakan ayam hutan, baik yang jantan maupun yang betina, memerlukan kesabaran dan ketelatenan, terutama dalam memberikan makanan dan minuman.
Hasil dari penetasan:
– Telur yang diperoleh dari hutan atau hasil dari pengembangan sendiri dapat ditetaskan dengan mesin tetas atau dieramkan pada ayam yang sedang mengerami.
– Setelah telur menetas, anak ayam ini kita pisahkan antara yang jantan dengan yang betina. Karena anak ayam hutan yang baru menetas dapat lari dan hilang, maka penetasan atau pengeraman telur tersebut harus selalu dalam kurungan yang tertutup.

Untuk dapat dijadikan sebagai patokan dasar dalam mengidentifikasi anak ayam hutan yang masih berumur 2-7 hari (berdasarkan pengalaman) adalah sebagai berikut:
– Yang jantan jenggernya agak membelok ke kiri dan yang betina jenggernya agak mengarah ke kanan,
– Yang jantan ekornya hitam dan tumbuhnya lebih lama, atau bulu ekor yang jantan lebih pendek daripada yang betina pada umur yang sama.
– Yang betina bulu ekornya berwarna lurik-lurik dan lebih panjang daripada yang jantan.

Cara memelihara ayam hutan kutuk sama dengan cara memelihara ayam kampung biasa, hanya saja anak ayam hutan ini harus selalu di dalam kandang yang diperlengkapi dengan lampu penghangat (dop 25 watt/lampu minyak tanah) sampai berumur ± 2 bulan, dan diusahakan tidak kena udara/angin secara langsung. Penjinakan ayam hutan yang dimulai dari kutuk adalah yang terbaik, karena berdasarkan pengalaman penulis, persentase keberhasilannya cukup tinggi.

Adapun tanda-tanda ayam hutan yang telah jinak adalah sebagai berikut:
• Jengger tegak dan berwarna segar.
• Pial lebar (tidak mengkerut) dengan warna merah kombinasi biru.
• Nafsu makan baik.
• Badan tegak dan ekornya tidak ditekuk.
• Bila didekati tidak takut dan sering berbunyi “Cek-Ki-Krek” ber-ulang-ulang sambil ceker-ceker bahkan berkokok. Inilah yang men-jadi tanda-tanda utama dari ayam hutan yang siap kawin, baik dengan ayam hutan betina maupun dengan ayam kampung betina.

Untuk cara menetaskan telur Ayam Bekisar juga sama dengan ayam lainnya yaitu bisa dilakukan dengan cara langsung mamupun dengan alat bantuan mesin seperti mesin tetas telur full otomatis maupun manual.

Mengobati Begah Pada Wanita Hamil

begah saat hamilMengobati begah dengan obat konvensional bisa menimbulkan berbagai masalah. Pertama-tama ketika sakit begah parah, maka obat maag sederhana tidak bisa mengatasi, karena biasanya ada lebih dari satu penyebab terjadinya begah. Kedua,  obat konvensional bisa sangat tidak efektif dan berbahaya, terutama bila Anda sedang hamil. Madu adalah Hal terbaik untuk solusi begah pada uibu hamil, bayi dan anak-anak, yang sangat efektif dan aman. Saya akan memberikan beberapa tips untuk mengurangi efek dari begah.

Apakah begah itu dan apa penyebabnya?
Alasan mengapa orang mengalami begah adalah karena otot yang menghentikan asam lambung dari perut mencapai esofagus bagian bawah melemah. Jadi,  pada saat-saat otot melemah terlalu lama, maka asam lambung mencapai kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar. Dalam rangka untuk mengobati begah secara efektif, adalah penting untuk mengetahui apa penyebabnya.
Pola makan yang buruk hanya salah satu dari banyak penyebab mengapa mulas terjadi. Sangat sering orang tidak mengunyah makanan dengan baik, yang pada gilirannya akan memblok pencernaan dan juga meningkatkan tingkat asam lambung. Ketika seseorang kelebihan berat badan atau hamil, maka tekanan akan bertambah ke perut, yang dapat juga meningkatkan jumlah asam, yang mencapai kerongkongan.

Beberapa pengobatan begah pada wanita hamil
Madu alam adalah cara yang bagus untuk mengurangi rasa panas karena beberapa alasan. Ambil 2 sendok makan madu, tepat setelah makan akan mengurangi peradangan kerongkongan. Madu baik karena dikenal sebagai antivirus, antibakteri dan antioksidan.
khasiat madu bagi ibu hamil juga akan membantu untuk mendapatkan kembali keseimbangan asam basa pada usus, seperti cuka sari apel organik. Anda dapat mengambil satu sendok teh cuka sari apel pada waktu perut kosong untuk menghilangkan kotoran apapun dari perut.
Metode lain yang baik untuk mengurangi begah Anda  adalah dengan menempatkan tempat tidur Anda pada sedikit miring. Jadi tubuh bagian atas lebih tinggi dari tubuh bagian bawah Anda. Perbedaan 6-8 inci dapat menghentikan asam lambung dari mencapai kerongkongan Anda.
Tips ini dapat memberikan beberapa bantuan, tetapi jika Anda ingin menyingkirkan begah Anda untuk selamanya, maka Anda perlu tahu lebih banyak obat begah untuk wanita hamil dan juga membuat perubahan pada diet dan kebiasaan makan Anda.

lihat halaman Diet Kesuburan Agar Bisa Cepat Hamil